Kisah Bersama Si ‘Sinusitis’

Bulan Mei-Juni kemarin terasan lebih panjang dan cukup melelahkan bagiku. Hampir 2 bulan tubuhku serasa dikeroyok penyakit. Bermula flu dan batuk yang terus berulang. Sembuh bentar, esoknya kambuh lagi. Sakit kepala dan meriang pun jadi langganan. Awalnya aku berpikir ini lagi musim flu karena cuaca ekstrim dan efek kecapekan. Namun ketika suatu pagi ingus yang keluar dari hidungku berwana coklat kemerahan aku menjadi khawatir. Flu biasa tidak akan beringus seperti itu.

Langsung saja aku bawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Dokter THT yang memeriksaku bilang bahwa aku punya alergi debu dan asap. Setelah difoto waters, positif ada penyakit Sinusitis Maxillaris di hidungku. Wow… kaget banget waktu itu. Kagak tau sejak kapan aku punya alergi.. tau-tau sudah ada ni penyakit. Read more…

Back to Write

Hari ini teringat kalau aku punya Blog…
Hmmm.. sudah lama , sekitar 8 bulan aku tidak melirik ataupun menulis di blog ini.
Dan memang delapan bulan terakhir ini aku seolah ‘menghilang’ dari peredaran alias jarang menceritakan hal-hal baru ke teman-teman dan sahabatku. Tenggelam dalam rutinitas kerja.. (ceileee… sok sibuk amat). Sebenere virus males nulis sedang melanda :D

Semoga setelah hari ini.. aktivitas belajar menulis dimulai lagi. Ayooo Rahma.. bisa karena biasa. Minta saran dan masukannya ya teman2 ^_^

Al-Quran telah menjawab semua pertanyaan

Seiring bertambahnya usia ini… kumerasakan bertapa semakin kompleksnya ujian hidup. Permasalahan2 yang ada di depan mata semakin rumit. Dan sudahlah wajar.. sebagai manusia biasa terkadang hati pun bertanya “Kenapa ini terjadi??” “Dapatkah aku melewati semua ini..??”

Teringat masa2 mulai mengaji di SMA dulu. Masih kuingat… senyum dan luapan semangat kami dulu saat belajar Islam. Mbak Mira… Mbak Mariana.. Mb Naning.. Errischa… Rireh…Risma… Aaah, betapa aku sangat merindukan masa2 itu saudaraku.

Di suatu hari Jumat, hari dimana biasanya kita mengadakan kajian keputrian,seorang kakak senior membawakan sebuah materi motivasi tentang bagaimana manusia sering bersedih dan mengeluh saat menghadapi ujian kehidupan. Dan bagaimana Allah telah memberikan petunjuk dan menjawab semua keluh kesah itu melalui surat cinta-Nya. Read more…

Kiat Pendidikan Islami Sejak Dini pada Anak

Anak adalah amanah yang diberikan Allah Swt pada para orang tua. Karenanya, orang tua berkewajiban mengasuh, mendidik, melindungi dan menjaga amanah Allah itu agar menjadi generasi muslim yang bukan hanya sukses di dunia, tapi juga di akhirat kelak.

Dalam keseharian, para ibulah yang memegang peranan penting dalam pengasuhan dan pendidikan putra-putrinya. Pernahkah para ibu merenungkan sejauh mana peranan yang mereka mainkan akan berpengaruh dalam perjalanan hidup si anak? Kita semua tahu bahwa semua perbuatan manusia selama di dunia dicatat dalam sebuah buku yang akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Swt. Begitu pula anak-anak kita kelak, dan isi catatan buku mereka selama di dunia sangat tergantung dengan bagaimana cara kita mendidik mereka, apakah kita menerapkan pola pengasuhan dan pendidikan yang cukup Islami.

Sebagai contoh, apakah anak-anak kita sekarang sudah memahami tentang hubungannya dengan Sang Pencipta? Nasehat apa yang akan kita berikan pada anak-anak ketika kita menjelang ajal, sehingga ketika kita dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt tentang anak-anak kita, kita mampu menjawab, “Ya Allah, aku membesarkan anak-anakku dengan ihsan (sempurna) semampu yang saya bisa, agar taat dan tunduk pada ajaran-Mu.” Read more…

Ibu atau Bunda???

Menurut pengertian baku yang disepakati oleh forum ahli Bahasa Indonesia, kata ibu memiliki makna wanita yang telah melahirkan seseorang. Dengan itu, seorang istri dapat secara otomatis menjadi seorang ibu manakala telah mampu melahirkan seorang bayi. Jadi setiap wanita yang sehat organ reproduksinya akan bisa menjadi seorang ibu, tentunya.

Bagaimana dengan kata bunda? Menurut proses pembentukan kata, kata bunda berasal dari kata ibunda. Entah apa latar belakang sejarahnya, tapi makna terasa dari kata ibunda atau bunda adalah adanya keterkaitan antara ibu dengan anak. Mungkinkah ibunda merupakan paduan dari kata ibu + ananda? Read more…

Jalan Sehat Plus-Plus

Setelah sekian lama nda hadir di forum ESQ.. alhamdulillah, 24 April kmarin bisa berkumpul dengan temen2 Alumni. Entah kenapa sore itu, insting ku begitu kuat untuk datang ke Empire Palace, Surabaya, tempat dimana sedang berlangsung Training Eksekutif ESQ. Setelah hubungi teman sana-sini, akhirnya dapat tebengan juga. Bondho awak hehehhe…

Dan…seperti biasanya, di setiap forum ESQ aku temui manusia2 “berwajah surga”. Orang-orang dengan wajah berseri, senyum mengembang, pancaran aura semangat dan lemah lembutnya tutur bahasa mereka. Subhanallah….

Saat memasuki ruangan gedung dengan gaya arsitektur Eropa itu, para peserta sedang simulasi Tawaf. Mereka tampak antusias. Banyak juga alumni yang datang. Mulai dari kalangan anak2, mahasiswa, ibu2, dan bapak2. Setelah menyalami para alumni yang sudah datang duluan, tidak lupa dengan ‘Salam Semut’ nya, akupun segera mengambil posisi duduk. Larut dalam acara. Read more…

Antara Ukhuwah dan Pacaran

Bosan belajar bahan – bahan Tugas Akhir, ku-refresh otakq dengan membaca kumpulan artikel yang tersimpan di hardisk-qu. Kutemukan sebuah artikel yang cukup menarik dan menyentak benak dan hati. Tentang jatuh cinta. Masalah klasik memang.. namun pembahasannya tidak pernah basi sampe akhir zaman.

Berikut aq share ke sahabat2 yang senantiasa kusayangi. Smoga bisa menjadi bahan untuk berbenah dan introspeksi diri (termasuk diriku sendiri yang masih memiliki banyak kekurangan).

******************************

Maksud hati ingin ukhuwah dengan lawan jenis, tapi malah terjebak dalam pacaran. Tadinya pengen menjalin ukhuwah islamiyah, tapi apa daya kecemplung jadi demenan. He..he.. jangan heran atuh, sebab hubungan dengan lawan jenis itu rentan banget disusupi oleh perasaan-perasaan lain yang getarannya lebih dahsyat. Apalagi kalo ditambah naik bajaj, dijamin tambah menggigil karena vibrasinya kuat banget (apa hubungannya?) :-)

Sobat muda muslim, sesama aktivis masjid atau organisasi kerohanian di sekolah dan kampus, selalu saja muncul hal-hal tak terduga. Cinta lokasi kerap mewarnai perjalanan hidup mereka. Iya dong, aktivis juga kan manusia. Wajar banget dong untuk merasakan hal-hal seperti itu. Apalagi mereka sama-sama sering bertemu. Bukankah pepatah Jawa mengatakan, witing tresno jalaran soko kulino sering jadi rujukan untuk menggambarkan perasaan itu? Ati-ati! Read more…

Untuk Sebuah Hati yang Tak Bisa Kujanjikan Apa-Apa

Malu jika harus bertemu dengannya dalam kondisi seperti ini
Kondisi yang masih belum banyak berilmu
Yang mungkin masih banyak mengecewakan dan jauh dari harapan
Malu akan jauhnya angan dan kenyataan untuknya

Aku terlalu malu bahkan untuk banyak berharap akan dia yang entah dimana
Semoga saja bukan kekecewaan yang akan menggelayuti hari2nya ketika ia telah memilih aku
Sebagai orang pilihan pelengkap tulang rusuknya sehingga kembali menjadi sempurna dan bisa beraktivitas lebih optimal lagi
Semoga saja bukan tundukan pandangan karena fisikku tidak sesuai dengan bayangannya
Sungguh,, terlalu menyiksa bahkan hanya untuk mengandai-andaikannya

Bagaimana jika nanti wajahnya tiba2 berkerut
Saat diajaknya aku berdiskusi tentang hal yang benar2 belum aq mengerti
Hal yang benar2 tidak terlintas satu ide pun untuk menjadi komentarku atas pernyataanmu
Atau mungkin ketika tanpa sadar wajahnya tak lagi sumringah seperti saat pertama ia memilihku menjadi pendampingnya

Ahh,,, aku terlalu takut untuk itu
Terlalu malu dan takut untuk menjabarkan kemungkinan2 yang membuat aku tidak sampai hitungan lima jari dari 100 angka calon istri idamannya Read more…

Hatiku.. Hatimu…

HATI
Senang sekali kita mengulang2 dan memikirkan makhluk ini. Bukan hanya karena ini merupakan makna dari nama panggilanku ^_^ Akan tetapi sebagai manusia yang masih dianugerahi Allah untuk menghirup udara di dunia ini, tentunya kita tidak bisa lepas dari pasang surutnya rasa di hati.

Hati adalah raja yang mampu menggerakkan seluruh anggota badan. Manakala dia baik maka baiklah seluruh anggota tubuh beserta perbuatannya. Sebaliknya, apabila dia rusak maka keburukan dan kerusakan yang akan dihasilkan. So, tidahlah mengherankan jika Allah SWT melihat hambaNya dari hatinya. Bukan dari kepintaran, harta, kecantikan, ketampanan maupun pernak pernik dunia lainnya.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam bukunya yang berjudul”Cerdas Mengobati Hati Sendiri” membagi hati dalam 3 kategori :
1. Hati yang SEHAT
Hati yang sehat adalah al-Qalbu as-Salim. Dia adalah hati yang bebas (selamat)dari seluruh keinginan yang melanggar perintah Allah dan laranganNya serta dari seluruh perkara syubhat. Dia adalah hati yang tidak menyekutukan Allah dengan cara apa saja, hati yang menyucikan penghambaannya kepada Allah dalam, cinta, tawakal, takut dan harap. Mengikhlaskan perbuatannya untuk Allah. Bila mencintai itu semata – mata karena Allah dan bila membenci juga karena Allah. Bila member untuk Allah dan bila menahan untuk Allah. Read more…

Indahnya Cintamu Saudaraku

Setelah seharian berkutat dengan Tugas Akhir dan bimbingan, menjelang maghrib kulangkahkan kaki kecilku pulang ke kos tercinta. Belum ada 15 menit tiba my sweety room ^^ HP bergetar, dua buah SMS masuk…

“Dik kalau ada apa2 ngomong aja, klo ana bsa nolong Insya Allah tak tolong dik, apapun itu. Itulah gunanya kita berjamaah dan bersaudara dik”

Chessss…..!!
Kalimat tersebut langsung menyentak hatiku… meruntuhkan dinding-dinding ego, membawa perasaan sejuk yang mendamaikan. Air mataku pun tak mampu kubendung.

Subhanallah….
Hari ini kembali kurasakan betapa besar nikmat Allah yang dikaruniakan padaku. Sebuah nikmat yang membuat hidup ini kian berwarna. Nikmat ukhuwah dan cinta. Jalinan cinta dengan ikatan keimanan karena Allah. Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.